Home» ceramah kehidupan» Ilmu Lainnya» Via Bersama Dakwah» Pelajaran Hidup yang Sangat Berharga Nan Mulia
Pelajaran Hidup yang Sangat Berharga Nan Mulia
Posted by Eka Hermansyah
Di sebuah keluarga yang bahagia, hiduplah seorang ibu dengan empat putra. Ia ingin memberikan pelajaran bermakna tentang kehidupan yang akan mereka jalani kelak. Supaya mereka dapat memberi arti kehidupan dengan segala bentuk penilaian dan sesuatu yang bijak, tidak menilai hanya dari satu sisi, tidak juga menilai hanya dengan mata kepala akan tetapi mampu menilai dengan mata hati, hati yang bersih dari iri dengki. Karena hidup adalah sebuah perjalanan singkat namun banyak suka dan duka yang melekat.
Pada suatu hari, ibu memerintahkan putra-putranya pergi ke suatu hutan yang lebat, di sana terdapat pohon besar yang menjulang tinggi. Ia meminta kepada putra-putranya untuk menceritakan tentang sebuah pohon menurut kemampuan masing-masing.
Putra pertama pergi pada saat musim dingin, putra kedua pergi pada musim semi, putra ketiga pergi pada musim panas, dan putra keempat pada musim gugur. Setelah memahami jadwal mereka kemudian menyiapkan bekal untuk perjalanan menuju hutan.
Pada waktu yang telah ditentukan mereka kembali dan berkumpul di ruang keluarga. Kemudian si ibu memerintahkan untuk bercerita tentang apa yang mereka lihat tentang sebuah pohon.
“Wahai anakku apa yang kamu lihat disana?” tanya ibu.
“Aku melihat sebuah pohon yang sangat jelek, tak ada daun, buah pun tak muncul dan tidak kelihatan indah.” Jawab putra pertama. Kemudian ibu melanjutkan pertanyaan pada anak kedua.
“Wahai anakku bagaimana menurutmu tentang pohon itu?”
“Aku melihat sebuah pohon yang sangat besar, berdaun lebat berwarna hijau, di mana seseorang merasakan sejuk ketika sedang berteduh,” jawab putra kedua. Kemudian ibu melanjutkan pertanyaan kepada putra ketiga.
“Wahai anakku bagaimana keadaan pohon yang terlihat?”
“Aku sangat takjub dan bertasbih melihat pohon besar yang menjulang, pohon itu berbunga indah nan sedap dipandang mata, memiliki bau yang harum, dan itu menjadi keunikan yang elok bagi pohon itu,” jawab putra ketiga. Kemudian ibu melanjutkan pertanyaan kepada putra keempat.
“Wahai anakku terangkan mengenai pohon yang ada di hutan!” perintah ibu.
“Aku menyempatkan bersujud syukur ketika melihat sebuah pohon yang besar, pohon itu berbuah banyak, segar rasanya dan memiliki rasa yang manis bagi yang memakannya,” jawab putra keempat.
Kemudian si ibu membenarkan semua pendapat putra-putranya, karena memang semua pergi sesuai musim yang telah ditentukan.
Kemudian si ibu menjelaskan tentang arti sebuah kehidupan yang harus mereka jalani kelak. Bahwasanya menjalani hidup ini tidak melihat dari satu sisi ataupun menyimpulkan seseorang pada “musim” atau penilaian tertentu. Apabila kita menilai seseorang pada saat musim dingin saja maka kita tidak akan menyaksikan dan merasakan indahnya musim semi, tidak akan merasakan kehangatan suasana pada musim panas, dan tidak akan pernah merasakan buah yang segar penghilang dahaga pada musim gugur.
Oleh karena itu kita hidup berdampingan dengan semua manusia hendaklah tidak menyimpulkan pribadi seseorang pada saat-saat tertentu saja, barangkali Allah SWT akan mengubah dan memberikan hidayah supaya kembali ke jalan yang sarat makna. Hingga pribadi seseorang tumbuh dan berkembang selebat daun hijau dan semanis buah yang segar.
Demikian juga, jangan pernah membiarkan diri kita terkurung dalam kepedihan yang mendalam yang pernah kita rasakan. Karena hal itu membuat kita rugi dan lupa diri tak pernah merasakan kenikmatan dan keindahan hidup yang ada. Bangkitlah dan berlarilah menuju keagungan Allah SWT yang penuh kenikmatan. Karena hanya Dia-lah jalan kasih sayang terbentang menggapai surga yang telah dijanjikan.
Jangan sekali-sekali menyimpulkan kehidupan ini pada satu musim saja. Kita harus berusaha melalui jalan penuh onak dan duri, menanjak kemudian menikung hingga masa sulit-sulit ini menjadi pengalaman dalam hidup. Karena Allah Yang Maha Penyayang orang beriman telah menyiapkan jalan lain dan waktu yang manis dan menyenangkan, serta kehidupan yang lebih baik kita dipertemukan.
“Tatkala banyak usaha terbaik yang kita coba untuk hadapi suka duka, maka bersabarlah sebagai sahabat yang berharga. Cepat atau lambat pertolongan Allah SWT akan tiba, ketika tiba takkan ada lagi yang tertahankan bahkan tembok terkeras pun terhempaskan”
Wallahu A’lam
|
|
Social Media Widget SM Widgets
Belajar Dakwah Updated at: 05.46


0 komentar:
Posting Komentar